Minggu, 04 Oktober 2015

☛ Jangan Pernah Sekali-Kali Katakan Ini Pada Anakmu!.


Anak adalah karunia terindah yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang tua, sehingga setiap orang tua ingin anak nya berhasil dan sukses dalam meniti kehidupan baik di dunia dan di akhirat. Seorang ibu adalah pendidik pertama dan utama untuk anak-anaknya, oleh karena itu, sebagai ibu kita perlu mengupgrade diri tiap hari agar bisa mendidik anak-anak kita sesuai dengan zaman di mana mereka hidup.

“Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu,” demikian pesan Amirul Mu'minin, Khalifah Umar bin Khaththab. Pesan yang sungguh singkat dan mudah diingat.

Salah satu cara mendidik anak tentu saja melalui perantara lisan, sayangnya… banyak orangtua khususnya ibu, yang belum memahami pentingnya menjaga kata-kata di depan anak, karena dapat berpengaruh besar pada perkembangan diri, psikologis, dan konsep diri anak.

☛ Kehidupan Anak Akan Bergantung Cara Orang Tuanya Bertutur.


Orang tua adalah sosok yang selalu ada di samping buah hatinya. Setiap kata-kata orang tua akan selalu diingat dan ditiru anak-anak. Untuk itu orang tua harus membimbing anak-anak untuk fokus pada jalan positif dan membuat mereka nyaman dalam hidupnya.

Dalam beberapa kasus orang tua justru melakukan hal-hal yang membuat anak merasa salah dengan segala tindakannya. Padahal orang tua harus memberikan dorongan dan semangat melalui kata-kata yang lembut dan menyenangkan.

Jumat, 02 Oktober 2015

☛ Dalam Sehari, Berapa Kali Kita Tak Marah pada Anak?


Dalam sehari, 24 jam, ada berapa jam yang kita lowongkan dari kemarahan atas tingkah laku putra putri kita? “Janganlah marah, bagimu Surga.” (Riwayat ath-Thabrani)


Hadits di atas cukup familiar dan sering diperdengarkan oleh anak-anak kita. Terutama yang bersekolah di lembaga Islam atau di Taman Pendidikan Al-Qur’an. Ya, betapa para orangtua harus berterima kasih kepada para guru yang telah mengajarkan hadits itu kepada putra putrinya. Sebagai jembatan bagi para orangtua untuk selalu mawas diri dan mengingat intisari dari hadits tersebut.
 
;